Kamis, 06 Januari 2011

mengobati sipilis & gonorhoe

Jika Anda terserang Penyakit Menular Seksual (PMS), penggunaan antibiotik kimia saja tidak cukup. Banyak kasus keluhan malah bertambah parah dan berlangsung bertahun-tahun tanpa kepastian sembuh. Selain itu penggunaan antibiotik kimia dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping pada ginjal dan kekacauan kekebalan tubuh.
Untuk mempercepat penyembuhan penyakit sipilis dan penyakit seks lainnya , Anda bisa memesan Butylosar dan Dycepsin.
Untuk mengatasi HIV/AIDS : Calc1, Dycepsin, Spirulina, dan Bene
TENTANG SIPILIS
Sipilis

Sipilis adalah penyakit kelamin yang bersifat kronis dan menahun. Walaupun frekuensi penyakit ini mulai menurun, tapi masih merupakan penyakit yang berbahaya karena dapat menyerang seluruh organ tubuh. Termasuk sistem peredaran darah dan syaraf. Sipilis dapat menular dari ibu hamil kepada bayi yang dikandungnya. Kondisi akan menyebabkan kelainan bawaan pada bayi tersebut. Sipilis sering dikenal sebagai Raja Singa.

Kuman penyebab : Treponema pallidum
Perantara : Manusia
Tempat kuman keluar : Penis, vagina, mulut dan ibu hamil kepada bayinya
Cara penularan : kontak seksual, ibu kepada bayinya
Tempat kuman masuk :P enis, vagina, anus, mulut, transfusi.
Berdasarkan penyebarannya sifilis dibagi menjadi 2 tahap:
1. Tahap dini, sangat menular karena pada kelainan kulit dan selaput lendir dijumpai kuman. Termasuk di sini adalah sipilis stadium I dan II.
2. Tahap lanjut daya tular penyakit rendah.
Gejala:
Sipilis mempunyai masa tunas (inkubasi) yang berkisar 3 minggu. Pada tempat masuk kuman timbul suatu ulkus (luka) yang bulat lonjong, dasar bersih, merah, kulit di sekitar terang. Diraba keras dan tidak nyeri, keadaan ini disebut efek primer stadium I. Sering disertai pembengkakan kelenjar getah bening di daerang sekitar tempat infeksi yang padat, kenyal, tpi jika diraba tidak sakit.
Dalam 3-6 minggu kelainan ini dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan. Setelah efek primer, 6-8 minggu kemudian penyakit masuk ke dalam stadium II, biasanya didahului gejala panas, sakit kepala, sakit tulang dan sebagainya. Tanda-tana pada kulit dan selaput lendir dapat menyerupai semua penyakit kulit yang lain (the great imitator) dan kelainan pada kulit tersebut tidak gatal. Lesi pada tempat yang lembab pada lipatan kulit disebut kondiloma lata. Terdapat pembesaran kelenjar getah bening yang menyeluruh (limfadenitis generalisata). Kelainan kulit dapat menghilang tanpa pengobatan kemudian dapat muncul lagi tapi tidak simetris. Sifilis laten adalah penderita sipilis tanpa gejala dan hanya ditemukan hasil tes yang positif.
Sipilis stadium III muncul setelah 3-10 tahun stadium I. Keadaan ini tidak menular, tapi dapat menyerang semua organ tubuh. Kelainan yang khas adalah suatu nodus yang kemudian melunak, pecah dan membentuk ulkus. Di samping itu juga dapat menyerang sistem peredaran darah dan saraf.
GONORHOE (GO)
Gonore adalah PMS yang paling sering ditemukan dan paling mudah ditegakkan diagnosisnya. Nama awam penyakit kelamin ini adalah “kencing nanah”. Masa inkubasi 3-5 hari.
Kuman : Neisseria gonorrhoea
Perantara : manusia
Tempat kuman keluar : penis, vagina, anus, mulut
cara penularan : kontak seksual langsung
Tempat kuman masuk : penis, vagina, anus, mulut
Yang bisa terkena : orang yang berhubungan seks tak aman
Gejala :
Penderita pria biasanya mengeluhkan sakit pada waktu kencing. Dari mulut saluran kencing keluar nanah kental berwarna kuning hijau. Setelah beberapa hari keluarnya nanah hanya pada pagi hari, sedikit dan encer serta rasa nyeri berkurang. Bila penyakit ini tidak diobati dapat timbul komplikasi berupa peradangan pada alat kelamin.
Pada wanita, penyakit ini tidak menunjukkan gejala yang jelas atau bahkan tidak menimbulkan keluhan sama sekali, sehingga wanita mudah menjadi sumber penularan GO. Kadang penderita mengeluh keputihan dan nyeri waktu kencing.
Dapat timbul komplikasi berupa bartolitis, yaitu membengkaknya kelenjar Bartholin sehingga penderita sukar jalan karena nyeri. Komplikasi dapat ke atas menyebabkan kemandulan, bila ke rongga perut menyebabkan radang di perut dan usus. Selain itu baik pada wanita atau pria dapat terjadi infeksi sistemik (seluruh tubuh) ke sendi, jantung, selaput otak dan lain-lain. Pada ibu hamil, bila tidak diobati, saat melahirkan mata bayi dapat terinfeksi, bila tidak cepat ditangani dapat menyebabkan kebutaan.
PEGOBATAN
Segera Anda pesan Butylosar dan Dycepsin. Butylosar berfungsi sebagai penghancur sel-sel kanker, meningkatkan kekebalan tubuh, menyembuhkan luka dalam pada saluran kencing,  menyembuhkan luka dan borok pada kulit, kerusakan prostat, kandung kemih dan kantung sperma dari serangan bakteri GO dan Sipilis.
Dycepsin terbuat dari ulat Dycepsin yang memiliki dua bentuk. Tumbuh di dataran China, menyerupai ulat pada musim dingin dan tumbuh menjadi rumput pada musim panas. Dycepsin merupakan antibiotik alami berkadar tinggi. Tidak seperti antibiotik medis yang memiliki efek samping, Dycepsin justru tidak memiliki efek samping walaupun diminum sampai 24 kapsul sekali minum. Dosis penggunaan tergantung dari seberapa parah penyakit yang dialami. Produk ini berguna untuk berbagai penyakit yang menyerang organ tubuh seperti disfungsi dan batu ginjal, narkoba dan nikotin yang menyerang paru-paru, kanker, tumor, melawan kuman yang masuk ke dalam tubuh, termasuk kuman gonorhoe, sipilis dan berbagai penyakit kelamin lainnya, ejakulasi dini, dan penyakit lainnya yang berhubungan dengan kekebalan tubuh.

adakah obat baruviralcardiomyopathy

Viral cardiomyopathy ini disebabkan karena infeksi virus yang menyebabkan radang ekstrem otot jantung.
 
Di Amerika Serikat, virus cardiomyopathy ini paling sering disebabkan oleh virus coxsackie B, tetapi di bagian lain dunia, dapat disebabkan oleh infeksi virus lainnya.
Dengan Anda mendapatkan virus cardiomyopathy, ia akan mempengaruhi otot jantung Anda. Otot bisa lemah dan untuk mengkompensasi kelemahan ini, peregangan otot menyebabkan pembesaran jantung. Itulah sebabnya mengapa virus cardiomyopathy juga dikenal sebagai cardiomyopathy membesar.
Biasanya 70 persen orang didiagnosis dengan viral cardiomyopathy meninggal dalam waktu 5 tahun menunjukkan gejala mereka. Kondisi menjadi lebih buruk sebagai jantung terus memanjang untuk bisa memompa darah dan oleh karena itu, fungsi memburuk. Bila peregangan tidak dapat membantu jantung untuk memompa darah, gagal jantung set masuk Itu sebabnya orang yang menderita virus cardiomyopathy ingin tahu apakah ada obat baru untuk kondisi.
Jadi, apakah ada obat untuk virus baru cardiomyopathy? Nah, pada bulan November 2008, American Heart Association diberitahu bahwa pasien yang menderita virus cardiomyopathy bisa mendapatkan manfaat dari yang diberikan interferon beta-1b, juga dikenal sebagai IFNβ-1b.
Berdasarkan uji klinis dilakukan, penelitian telah menunjukkan bahwa peradangan jantung dapat mengurangi pada beberapa pasien yang diberikan interferon beta-1b dan beberapa kasus infeksi virus bisa hilang. Namun, sebagaimana disebutkan bahwa uji klinis sedang berlangsung dan hanya waktu yang akan membuktikan apakah pengobatan dapat memanfaatkan sebagian besar orang yang menderita virus cardiomyopathy.

gizi buruk mengancam anak indonesia

Gizi buruk sudah sangat mengancam anak-anak, selama krisis ekonomi dan sosial melanda Indonesia sekarang anak-anak Indonesia terancam kekurangan gizi setelah sebelumnya busung lapar karena kekurangan kalori dan busung lapar karena kekurangan protein jarang ditemukan sekarang anak dengan gangguan gizi semakin banyak ditemukan.

Dalam konfrensi pers yang diselenggarakan oleh Koalisi untuk Indonesia Sehat mengenai kampanye "Pentingnya Gizi Anak" dr. Dini Latief MSc, dari Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat, Depkeskesos mengatakan, meski prevalensi gizi buruk sudah menurun, dari 8,1 persen dari 1,7 juta balita yang menderita gizi kurang pada tahun 1999 menjadi 7,5 persen pada tahun 2000 berdasarkan survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) namun jumlah nominalnya masih terhitung tinggi, yaitu 160.000 balita. Jumlah itu belum termasuk anak-anak yang menderita kekurangan gizi mikro, yaitu zat besi, yodium dan vitamin A yang menyebabkan kekeringan selaput ikat mata karena kekurangan vitamin A.

Dr. Dini menegaskan "Gizi kurang, gizi buruk dan gangguan akibat kekurangan gizi mikro bisa mengganggu tumbuh kembang anak dan berpotensi menyebakna lost generation atau generasi yang tidak mampu bersaing di masa depan."

Sedangkan menurut Prof. Dr. dr. Ascobat Gani MPH dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 80 persen proses pertumbuhan otak terjadi sejak janin sampai anak berusia dua tahun.

"Otak kosong" akan dialami anak di bawah usia dua tahun yang kekurangan gizi, sehingga kecerdasannya rendah dan demikian pula dengan produktivitasnya, hal itu terlihat dari penampang lintang otak anak kurang gizi dibandingkan anak yang cukup gizinya. Pada gilirannya akan menghasilkan generasi pekerja kasar yang tidak berpenghasilan tinggi alias miskin, yang tidak mampu memberi makanan bergizi pada anaknya sehingga siklus terulang kembali.

Dini juga mengungkapkan bahwa "DARI KEKURANGAN YODIUM SAJA, Indonesia kehilangan 190 juta poin IQ per tahun. Selain itu, anak yang kekurangan yodium akan cebol. Ini masalah yang sangat serius, tetapi tidak kelihatan karena anak tidak tampak sakit, masih bisa berlari-lari. Oleh karena itu, disebut sebagai kelaparan tersembunyi. Hampir satu dari sepuluh anak usia sekolah (9,8 persen) menderita gondok akibat kekurangan yodium"

Ada 42 juta penduduk Indonesia yang tinggal di daaerah yang kekurangan Yodium. Dalam kaitan itu pula pemerintah mengadakan garam beryodium bagi masyarakat


sumber : Apotik online dan media informasi obat - penyakit :: m e d i c a s t o r e . c o m

Senin, 03 Januari 2011

ADAKAH OBAT UNTUK HIV/AIDS

AIDS merupakan penyakit yang paling ditakuti pada saat ini. HIV, virus yang menyebabkan penyakit ini, merusak sistem pertahanan tubuh (sistem imun), sehingga orang-orang yang menderita penyakit ini kemampuan untuk mempertahankan dirinya dari serangan penyakit menjadi berkurang. Seseorang yang positif mengidap HIV, belum tentu mengidap AIDS. Banyak kasus di mana seseorang positif mengidap HIV, tetapi tidak menjadi sakit dalam jangka waktu yang lama. Namun, HIV yang ada pada tubuh seseorang akan terus merusak sistem imun. Akibatnya, virus, jamur dan bakteri yang biasanya tidak berbahaya menjadi sangat berbahaya karena rusaknya sistem imun tubuh.
Karena ganasnya penyakit ini, maka berbagai usaha dilakukan untuk mengembangkan obat-obatan yang dapat mengatasinya. Pengobatan yang berkembang saat ini, targetnya adalah enzim-enzim yang dihasilkan oleh HIV dan diperlukan oleh virus tersebut untuk berkembang. Enzim-enzim ini dihambat dengan menggunakan inhibitor yang nantinya akan menghambat kerja enzim-enzim tersebut dan pada akhirnya akan menghambat pertumbuhan virus HIV.
HIV merupakan suatu virus yang material genetiknya adalah RNA (asam ribonukleat) yang dibungkus oleh suatu matriks yang sebagian besar terdiri atas protein. Untuk tumbuh, materi genetik ini perlu diubah menjadi DNA (asam deoksiribonukleat), diintegrasikan ke dalam DNA inang, dan selanjutnya mengalami proses yang akhirnya akan menghasilkan protein. Protein-protein yang dihasilkan kemudian akan membentuk virus-virus baru.

Gambar 1A Struktur Virus HIV

Gambar 1B Daur hidup HIV
Obat-obatan yang telah ditemukan pada saat ini menghambat pengubahan RNA menjadi DNA dan menghambat pembentukan protein-protein aktif. Enzim yang membantu pengubahan RNA menjadi DNA disebut reverse transcriptase, sedangkan yang membantu pembentukan protein-protein aktif disebut protease.
Untuk dapat membentuk protein yang aktif, informasi genetik yang tersimpan pada RNA virus harus diubah terlebih dahulu menjadi DNA. Reverse transcriptase membantu proses pengubahan RNA menjadi DNA. Jika proses pembentukan DNA dihambat, maka proses pembentukan protein juga menjadi terhambat. Oleh karena itu, pembentukan virus-virus yang baru menjadi berjalan dengan lambat. Jadi, penggunaan obat-obatan penghambat enzim reverse transcriptase tidak secara tuntas menghancurkan virus yang terdapat di dalam tubuh. Penggunaan obat-obatan jenis ini hanya menghambat proses pembentukan virus baru, dan proses penghambatan ini pun tidak dapat menghentikan proses pembentukan virus baru secara total.
Obat-obatan lain yang sekarang ini juga banyak berkembang adalah penggunaan penghambat enzim protease. Dari DNA yang berasal dari RNA virus, akan dibentuk protein-protein yang nantinya akan berperan dalam proses pembentukan partikel virus yang baru. Pada mulanya, protein-protein yang dibentuk berada dalam bentuk yang tidak aktif. Untuk mengaktifkannya, maka protein-protein yang dihasilkan harus dipotong pada tempat-tempat tertentu. Di sinilah peranan protease. Protease akan memotong protein pada tempat tertentu dari suatu protein yang terbentuk dari DNA, dan akhirnya akan menghasilkan protein yang nantinya akan dapat membentuk protein penyusun matriks virus (protein struktural) ataupun protein fungsional yang berperan sebagai enzim.

Gambar 2 (klik untuk memperbesar)
Gambar 2 menunjukkan skema produk translasional dari gen gag-pol dan daerah di mana produk dari gen tersebut dipecah oleh protease. p17 berfungsi sebagai protein kapsid, p24 protein matriks, dan p7 nukleokapsid. p2, p1 dan p6 merupakan protein kecil yang belum diketahui fungsinya. Tanda panah menunjukkan proses pemotongan yang dikatalisis oleh protease HIV (Flexner, 1998).
Menurut Flexner (1998), pada saat ini telah dikenal empat inhibitor protease yang digunakan pada terapi pasien yang terinfeksi oleh virus HIV, yaitu indinavir, nelfinavir, ritonavir dan saquinavir. Satu inhibitor lainnya masih dalam proses penelitian, yaitu amprenavir. Inhibitor protease yang telah umum digunakan, memiliki efek samping yang perlu dipertimbangkan. Semua inhibitor protease yang telah disetujui memiliki efek samping gastrointestinal. Hiperlipidemia, intoleransi glukosa dan distribusi lemak abnormal dapat juga terjadi.

Gambar 3 (klik untuk memperbesar)
Gambar 3 menujukkan lima struktur inhibitor protease HIV dengan aktivitas antiretroviral pada uji klinis. NHtBu = amido tersier butil dan Ph = fenil (Flexner, 1998).
Uji klinis menunjukkan bahwa terapi tunggal dengan menggunakan inhibitor protease saja dapat menurunkan jumlah RNA HIV secara signifikan dan meningkatkan jumlah sel CD4 (indikator bekerjanya sistem imun) selama minggu pertama perlakuan. Namun demikian, kemampuan senyawa-senyawa ini untuk menekan replikasi virus sering kali terbatas, sehingga menyebabkan terjadinya suatu seleksi yang menghasilkan HIV yang tahan terhadap obat. Karena itu, pengobatan dilakukan dengan menggunakan suatu terapi kombinasi bersama-sama dengan inhibitor reverse transcriptase. Inhibitor protease yang dikombinasikan dengan inhibitor reverse transkriptase menunjukkan respon antiviral yang lebih signifikan yang dapat bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama (Patrick & Potts, 1998).
Dari uraian di atas, kita dapat mengetahui bahwa sampai saat ini belum ada obat yang benar-benar dapat menyembuhkan penyakit HIV/AIDS. Obat-obatan yang telah ditemukan hanya menghambat proses pertumbuhan virus, sehingga jumlah virus dapat ditekan.
Oleh karena itu, tantangan bagi para peneliti di seluruh dunia (termasuk Indonesia) adalah untuk mencari obat yang dapat menghancurkan virus yang terdapat dalam tubuh, bukan hanya menghambat pertumbuhan virus. Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayati, tentunya memiliki potensi yang sangat besar untuk ditemukannya obat yang berasal dari alam. Penelusuran senyawa yang berkhasiat tentunya memerlukan penelitian yang tidak sederhana. Dapatkah obat tersebut ditemukan di Indonesia